<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575</atom:id><lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2009 19:38:50 +0000</lastBuildDate><title>andodinejad...</title><description>simple person, wanna smile if this idea comes true...
just wondering why sum people can smile enough this day...</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (abie...)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>132</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-5392077679319615230</guid><pubDate>Tue, 04 Dec 2007 02:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-04T09:52:26.623+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>sekali lagi "mekanisme pasar"</title><description>mekanisme pasar memang telah mendikte dunia saat ini, satu yang berusaha saya pelajari jika monopoli tidak dapat berlangsung dalam mekanisme pasar yang (harus) liberal, maka yang ada adalah dominasi, dimana berbeda dalam hal dengan monopoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tetap saja, dominasi mengantarkan suatu perusahaan kedalam bentuk upaya monopoli, lihat bagaimana &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Telkomsel"&gt;Telkomsel&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Indosat"&gt;Indosat&lt;/a&gt; yang sahamnya dimiliki oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Temasek_Holdings"&gt;Temasek&lt;/a&gt;, akhirnya apa yang terjadi dominasi berubah menjadi monopoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu dimana mekanisme pasar terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;opini saya sebelumnya bagaimana melepas dari jerat mekanisme pasar, yakni dari regulasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambaran sederhana, coba main game strategy yang tentang nation management, seperti pharaoh, etc... lihat bagaimana penjualan dan pembelian barang, apakah diatur dalam mekanisme pasar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jerat dari mekanisme pasar, sebenarnya bisa dihindari jika pihak-pihak yang melakukan transaksi berhadapan secara langsung untuk melakukan penawaran, atau dengan semakin kecil lingkaran area transaksi, pengaruh mekanisme pasar semakin kecil. (terilhami oleh film &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Le_Grand_Voyage"&gt;Le Grand Voyage&lt;/a&gt; / a-Rihlah Akbar, saat transaksi di money changer, dimana sang bapak lebih memilih penukaran di "calo" dengan tawar menawar yang alot )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-5392077679319615230?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/12/sekali-lagi-mekanisme-pasar.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-679843641773139400</guid><pubDate>Wed, 28 Nov 2007 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-28T15:07:43.789+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>antitesis "mekanisme pasar"</title><description>saya berpikir tentang mekanisme pasar, dalam postingan&lt;a href="http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/mekanisme-pasar.html"&gt; sebelumnya&lt;/a&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tempo hari saya bertemu dengan seorang kawan yang menyampaikan "pernah nonton beautiful mind??" &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Forbes_Nash"&gt;John Nash&lt;/a&gt; (yg schizo, diperankan &lt;a href="Russell%20Crowe"&gt;Russell Crowe&lt;/a&gt;), sebenarnya mekanisme pasar sangat dipengaruhi oleh nilai ekstrinsik dari suatu barang, dan saya berpikir jikalau saat adam smith mengeluarkan tesis itu pasar dikuasai oleh para pemilik modal/tuan tanah, dimana prestige memiliki peranan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas dasar prestige itu, harga sebuah arang pun (nilai ekstern) bisa menjadi mahal, jikalau mengisi ruang dari prestige itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jikalau ini yang memang terjadi, artinya pasar dewasa ini terhipnotis oleh teori tersebut, artinya teori tersebut dijadikan "fakta" oleh beberapa pihak tertentu, yang menjadikan mekanisme pasar seolah-olah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan perkembangan dewasa ini, seharusnya mekanisme pasar tak harus berdasarkan permintaan, karena dewasa ini pasar di dikte oleh produksi. tengok harga kendaraan, apakah berkaitan dengan permintaan? produsen menetapkan harga bagi suatu produk, dan mekanisme pasar tidak berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-679843641773139400?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/antitesis-mekanisme-pasar.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-1115461742017072002</guid><pubDate>Mon, 19 Nov 2007 04:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-04T10:06:08.792+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>logika agama</category><title>Biasa pun keren</title><description>&lt;i&gt;Apakah dompet anda terbuat dari bangkai??&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sedikit cerita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya lagi "high mode" (ngebet/pengen banget/ingin sangat) beli sepatu bola, dan saat  itu lagi tren juga futsal/street football, sepakbola dengan 5 orang pemain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergiurlah saya membeli sepatu bola keren merek global (kelme -off record-) yang terbuat dari kulit kangguru dan merek lokal (specs -off record-) yang terbuat dari kulit juga (gak tahu kulit apa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dah surving sana surving sini, masuk toko sana toko sini, dan akhirnya timbullah minat ke dua merek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sejenak saya singgah di penjual buku, ada sebuah buku berjudul "Fiqh Ekonomi Umar", dan saya pun tertarik membelinya, menimbang2 kemudian memutuskan mengorbankan alokasi untuk sepatu pun akhirnya saya beli buku itu, lumayan cukup mahal yang akhirnya membuat saya harus menuju "cinta produk lokal". ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan urunglah niat saya membeli sepatu pada hari itu, karena berhubung buku yang tebal, + 800 hal, akhirnya saya pulang kerumah untuk meletakkan yang akhirnya membuai saya untuk membaca buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kata untuk buku itu "awesome"... ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada satu bab yang membahas tentang penjualan barang kulit, ada satu statement yang membuat saya kaget "apakah binatang yang kulit-nya kita pakai telah disembelih dengan bismillah? jika tidak maka bangkailah yang kita kenakan (umar)". Nah lho!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ragu berdiskusilah saya dengan seorang kawan, dia berkata berarti alas kaki kulit yang dipakai sahabat adalah bangkai. Dan membuat saya "iya juga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai malam ini saya menulis ini saya baru terfikir, pada masa jahiliyyah, dan arab saat zaman nabi, manusia menyembelih juga menyebut bismillah, dan yang membuat mereka syirik (menyekutukan) adalah menambah2 tuhan. Atau mereka kafir, tidak mengakui adanya tuhan. (bahas ini dilain kesempatan aja). Yang artinya timbul pula keraguan, apa dompet yang saya gunakan ini adalah bangkai?? hmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti bulatlah tekad saya, saya beli sepatu bola yang modis tapi yang biasa2 saja, tak mahal, tak kulit, dan biasa. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeri saya dengan bangkai... Lebih baik biasa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-1115461742017072002?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/biasa-pun-keren.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-2004975666916925048</guid><pubDate>Wed, 14 Nov 2007 05:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-14T12:21:38.110+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>de Agitator</title><description>Getir mungkin bila bung Hatta masih ada saat ini, pendidikan Indonesia menjadikan bangsa ini diambang ke agitasinya sendiri, perilaku-perilaku barbar semakin menjadi, seolah topeng pendidikan hancur begitu saja oleh kelakuannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan tak lebih dari sandiwara belaka, siapa yang memiliki akses berlebih dia lah yang unggul, siapa yang lebih beruntung dia lah yang didepan, tak ada tempat untuk kecerdasan dan kemampuan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses tidak saja telah dimonopoli, tetapi juga dikebiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak bisa menulis seperti ini, bila mereka memiliki akses yang sama. Inilah inti dari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan pintas harus segera dirumuskan sebelum anak-anak bangsa terjerembab di lembah agitator, prilaku premanisme bagi yang kemudian mengaku berdasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari pendidikan, Teknologi, Informasi harus segera didistribusikan, bukan hanya barang konsumerasi ataupun jajanan cepat saji, sms sakti, konsultasi ataupun sapa selebriti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabang dan Merauke harus mendengar dengung deforesasi, pembangunan vertikal, rumah tahan gempa, kelabilan geografis, gempa bumi, musibah, biofuel, nge-blog, email, internet, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua itu hanya demi satu tujuan, agar mereka tahu dan paham, hanya jeruji bagi mereka yang dzalim, hanya keterkucilan bagi mereka yang curang, hanya penyesalan bagi mereka yang lalai, hanya musibah bagi mereka yang aniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bukan hanya mereka menjadi cerdas, tapi tak perlu melakukan kesalahan yang sama dengan kita disini, mengatasnamakan identitas semu yang bernama rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari pahlawan, wahai pemuda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-2004975666916925048?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/de-agitator.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-1475046140142313369</guid><pubDate>Wed, 14 Nov 2007 05:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-14T12:10:11.317+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>Trend Wacana Koperasi</title><description>Sebenarnya permasalahan koperasi bila secara subyektif saya katakan adalah kapabilitas SDM nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita tengok hari ini, di dunia maya jutaan situs menggunakan cara yang mirip dengan konsep koperasi yakni, transaksi kecil yang jumlahnya melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya di manajemen atau lebih global lagi, pengorganisasian, kenapa bank lebih maju dibandingkan koperasi? SDM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila SDM bank berdasi (baca: rata-rata berpendidikan tinggi), lalu bagaimana dengan koperasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau konsep koperasi ini mampu berjalan, saya pikir masalah kesejahteraan rakyat bisa kita pikirkan untuk dikembangkan. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya mudah saja, karena banyak regulasi dan perundangan yang sudah dibuat untuk ini, sehingga menjalankan koperasi secara tidak langsung sudah dibuat kondusif oleh perundangan yang ada, atau bahasa lugasnya koperasi terakui secara formal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-1475046140142313369?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/trend-wacana-koperasi.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-5164441991860558016</guid><pubDate>Tue, 13 Nov 2007 05:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-11T15:05:20.839+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>engineering | renewable</category><title>Putingbeliung, Jogja</title><description>Sudah tiga hari belakangan ini angin "putingbeliung" menyapa jogja, ada apa gerangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau melihat dari sifat angin yang membentuk aliran pusar, maka sesuai dengan sifat aliran pusar itu sendiri yang memiliki kenaikan tekanan tak berhingga karena kecepatan yang meningkat dikarenakan tak ada luasan yang memaksa tekanan untuk bertahan minimal pada satu batasan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi solusinya untuk menghindari adanya aliran pusar salah satunya adalah memberikan luasan, untuk menghindari adanya penurunan tekanan dan kenaikan kecepatan yang drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau melihat dari sebelum terjadinya pusaran itu sendiri, dikarenakan bergumulnya lebih dari satu aliran yang berbeda vektornya (arahnya), maka yang perlu dihindari adalah pertemuan dua aliran yang berbeda arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau melihat jauh lebih kebelakang lagi, aliran yang kencang adalah permasalahannya maka kita harus memberikan friksi (hambatan) dalam area alirannya, atau memecah aliran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk permasalahan di jogja, menurut hemat saya dapat disebabkan oleh penyebab yang terakhir, tidak adanya tumbuhan atau pepohonan dan area jogja yang landai, mengakibatkan aliran udara tidak mengalami friksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah pula jalan raya di jogja yang pada umumnya lurus, memberikan kesempatan bagi aliran untuk menambah kecepatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang diatas dengan cara menanam hutan-hutan kecil di jogja dapat memberikan friksi dan luasan area bagi aliran untuk tidak menambah kecepatan ataupun membuat pusaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tetap saja, ini pun hanya salah satu dari banyak solusi yang ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-5164441991860558016?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/putingbeliung-jogja.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-6672352808619495677</guid><pubDate>Tue, 13 Nov 2007 05:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-11T15:05:20.840+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>engineering | renewable</category><title>Predict the rainy-wind flow</title><description>Alam memberikan tanda-tanda yang mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara mengalir dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah, atau terjadi sebaliknya dimana tekanan rendah menarik udara dari tekanan tinggi, relatif, bergantung bagaimana kita mau memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan teorema sederhana diatas, maka yang perlu dicermati adalah cuaca sebelum hujan. Apakah terik, panas, atau sedang-sedang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika panas, maka berhati-hatilah bisa jadi pada saat hujan akan ada angin yang menyertai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa kencang angin, memang relatif, banyak variabel disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi secara regional dapat kita coba ambil asumsi, jika perbedaan cuaca cukup tinggi, angin akan lebih kencang dari biasanya. Dan saatnya untuk bersiap-siap terhadap apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tips ini membantu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-6672352808619495677?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/predict-rainy-wind-flow.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-4428093202444175640</guid><pubDate>Tue, 13 Nov 2007 04:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-13T12:02:17.181+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>Konstruktor, Developer &amp; Runner</title><description>Jikalau di definisikan mungkin banyak orang sudah paham, konstruktor identik dengan founder, orang yang membangun sesuatu, dan bisa jadi membangunnya dari awal, ataupun membangunnya dari setengah dan menjadi utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Developer adalah seorang pengembang. Bila disimulasikan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi, maka konstruktor adalah yang melakukan pembangunan dengan cara intensifikasi, dan developer adalah yang melakukan pembangunan dengan cara ekstensifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disimulasikan dengan proses pertumbuhan, maka konstruksi adalah pertumbuhan dinamis hingga mencapai bentuk statis, artinya sedikit perubahan bentuk, dan kemudian (developisasi) berkembang dalam segi ukuran yang statis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disimulasikan dalam klausul kualitas dan kuantitas, maka konstruksi adalah ukuran kualitas dan developisasi adalah ukuran kuantitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimana runner?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runner adalah seorang pejalan yang berada dalam tatanan yang telah dikonstruksi dan atau sedang dikembangkan (develop). Dia adalah yang mampu menjalankan sistem yang telah dikonstruksi dan atau sedang didevelopisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi ini menjadi penting, dikala tipikal manusia pekerja yang berada dalam tatanan sistem berusaha dideskripsikan, jangan sampai meletakkan seorang runner dalam sistematisasi proses konstruksi dan developisasi, dan jangan sampai pula meletakkan seorang kontruktor atau developer dalam sistematisasi proses running (menjalankan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-4428093202444175640?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/konstruktor-developer-runner.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-5570705466049291191</guid><pubDate>Tue, 13 Nov 2007 02:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-13T09:20:15.685+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>curhat</category><title>Pak Yusril jadi Blogger</title><description>Mungkin berbeda dari kebanyakan orang, ada yang melampiaskan Blog adalah laksana catatan harian, atau ada pula yang menjadikan blog adalah tempat "curhat", ini adalah umumnya, adapun Blog ditujukan untuk kepentingan ilmiah, semisal jurnal, berbagi ilmu dan lainnya. &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lihat kategori blogger by &lt;a href="http://wadehel.wordpress.com/2007/04/25/5-level-blogger-ala-kang-maslow/"&gt;wadehel&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun blog yang isinya didominasi oleh pandangan berfikir seseorang (sebut saja dialektika), ini yang membuat saya cukup tertarik, bagaimana setiap kata dipilih, setiap kalimat dipilah, bukan hanya sekumpulan kata-kata yang berima tapi juga memiliki makna yang menyiratkan elemen-elemen pemikiran-pemikiran yang mewarnai kepala sang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini yang saya lihat ketika membaca pengantar Blog (pak) &lt;a href="http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com"&gt;Yusril Ihza Mahendra&lt;/a&gt;, tak perlu ada pandangan berlebihan tentang tren-tren berita, cukup berbeda, tak perlu mengulas isi berita media massa, tak perlu membela diri, jika menggunakan logika "equality, reader and non-reader", sebanyak apa yang membaca maka sebanyak itu pula yang tidak membaca, jadi untuk apa menjelaskan yang telah jelas-jelas terlihat dari diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah sebuah pandangan, dan biarkan itu mendominasi penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti "mukaddimah" yang menjadi salah satu karya yang luar biasa, dan itu hanya sebuah pengantar (mukaddimah)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apapun itu biarlah sesuai dengan tempat berdirinya, untuk menjamin fungsinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-5570705466049291191?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/pak-yusril-jadi-blogger.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-6113844329035945229</guid><pubDate>Mon, 05 Nov 2007 05:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-05T12:02:53.554+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>aristotle in indonesia</title><description>kata siapa Indonesia gak punya aristotle, ada gajahmada yang berbicara tentang [sistem] nusantara, ada dt. ribandang dan dt.ketemanggungan yang bicara tentang peradaban dan mirip sama aristotle, ada kartosuwiryo yang bicara tentang masyarakat islam, ada hatta yang bicara tentang [sistem] kedaulatan rakyat, dan masih banyak lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi kenapa Indonesia nya masih kayak gini? Sama kayak aristotle kayaknya, deskripsi aristotle tentang hubungan negara-masyarakat [politics] ternyata tidak menjadi sesuatu yang ideal di yunani, dan kembali ke pertanyaan telur atau ayah yang terlebih dahulu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-6113844329035945229?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/aristotle-in-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-8811409996032103479</guid><pubDate>Mon, 05 Nov 2007 04:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-05T12:01:42.464+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>marx, sebagai tokoh industri</title><description>Marx, siapa yang tidak kenal marx, patutnya marx dihargai lebih dari sekedar seorang filosof, kritisinya terhadap industrialisasi patut mendapatkan porsi dalam katalog pengkritisi industrialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kebebasan [industrialisasi] dengan aturan [undang-undang] itu sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-8811409996032103479?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/marx-sebagai-tokoh-industri.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-642371308582885618</guid><pubDate>Sat, 03 Nov 2007 05:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-11T15:04:54.753+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>logika negara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>engineering | renewable</category><title>BioFuel &amp; Foodsupply, an Indonesian View</title><description>opini terhadap issue energi global -&lt;a href="http://energiindonesia.blogspot.com/"&gt;energiindonesia&lt;/a&gt;- oktober 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik dunia atas pengembangan biofuel yang dilakukan oleh Indonesia dan negara-negara tropis lainnya melahirkan sebuah pernyataan pedas "fuel or food", hal ini didasarkan argumentasi penggunaan lahan untuk pengembangan biofuel atau untuk penanaman tanaman pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia boleh bangga disatu sisi, akan tetapi tekanan untuk terus mengeksplorasi hutan dan lahan kritis untuk pengembangan biofuel terus mendapat sorotan tajam dari berbagai negara didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kelaparan akan menjadi ancaman besar setelah konversi energi ke biofuel terjadi, bagaimana dengan global warming yang ditenggarai oleh penyusutan hutan tropis di daerah khatulistiwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertimbangan oleh dunia Internasional adalah, potensi energi regional (milik Indonesia dan negara tropis lainnya) dimanfaatkan untuk mensuplai kebutuhan internasional. Untuk apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia tidak perlu khawatir selama pertimbangan energi diprioritaskan untuk kebutuhan nasional, maka selama itu Indonesia tidak perlu melakukan eksploitasi besar-besaran, cukup memanfaatkan lahan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi fakta yang dilapangan sudah terjadi, beberapa perusahaan swasta, baik skala nasional, regional maupun internasional sudah mulai merambah area ini. Sehingga bisa dikatakan eksploitasi besar-besaran akan dilakukan oleh pihak swasta untuk pengembangan biofuel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sebagai pemegang regulasi pengembangan energi alternatif harus secepatnya bertindak, pengembangan energi biofuel erat kaitannya dengan lahan yang tersedia, sedangkan negara tropis seperti Indonesia akan terus dihantui oleh bencana alam dikarenakan pengeksploitasian hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan beri mereka lahan, jangan beri mereka energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bargaining position Indonesia di masa yang akan datang, tidak memberi investor internasional lahan untuk pengembangan biofuel sama saja tidak memberi mereka energi. Artinya sama saja mengamankan sumberdaya energi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum, strategi pengembangan SDA di Indonesia mendapatkan kritikan tajam oleh masyarakat, bagaimana mungkin bahan bakar minyak yang pada umumnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat harus diimpor terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang saya kemukakan sebelumnya tentang secara de facto dan de yure kepemilikan minyak di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai tertipu dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan cukup untuk saat ini, yang lalu biarkanlah berlalu, tambang tembaga di jayawijaya, minyak bumi, dan lain sebagainya. Tapi untuk kedepan, biarkan putera puteri Indonesia yang mengembangkan potensi energi nasional untuk dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-642371308582885618?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/biofuel-foodsupply-indonesian-view.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-918270439355267573</guid><pubDate>Fri, 02 Nov 2007 06:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-11T15:04:02.255+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>page static</category><title>foto-foto</title><description>&lt;iframe scrolling="no" frameborder="0" width="458" src="http://www.flickr.com/slideShow/index.gne?user_id=15125130@N05&amp;" height="458" align="center"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-918270439355267573?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/foto-foto.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-823689741188769047</guid><pubDate>Thu, 01 Nov 2007 05:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-01T12:39:19.899+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>manusia dual core</title><description>Benarlah tesis Friedrich Engels "The Principles of Communism", model pembagian kerja akan sepenuhnya lenyap, ketika model pembagian kerja (yang sederhana) akan tergantikan oleh mesin, pendidikan akan memungkinkan anak muda sejak dini telah akrab dengan keseluruhan sistem produksi dan sanggup berpindah-pindah dari satu cabang produksi ke cabang produksi lainnya, mengikuti apa yang dibutuhkan masyarakat (disadur dari agama itu bukan candu, Eko P. Darmawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Dual Core layaknya sistem operasi yang mampu melakukan banyak kerja secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah disekitar kita, bahkan diri kita sendiri, kompleksitas yang dituntut oleh keadaan sebenarnya dibuat oleh manusia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tersaingi oleh mesin yang dibuat oleh manusia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Engels benar, maka satu-satunya cara untuk menyaingi dominasi mesin adalah dengan cara pendidikan, sejak dini anak muda mengenal sistem produksi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan kinerja mesin berada pada tingkat logika kerja yang dilakukan, dimana human brain mampu melakukan kinerja dengan tingkat logika berlapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ketika pendidikan menjadi sebuah keterbatasan, menjadi sebuah kendala, maka petaka dari tesis Engels adalah, dimana manusia akan tetap ada yang diatas dan yang lainnya ada dibawah, atau ada yang jadi pemilik modal dan ada yang menjadi pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan tingkat pendidikan Indonesia yang masih seperti ini, maka bisa diasumsikan mayoritas SDM Indonesia masih berada tingkatan pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu untuk memperbaiki keadaan, PENDIDIKAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-823689741188769047?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/manusia-dual-core.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-635723856489868060</guid><pubDate>Thu, 01 Nov 2007 05:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-01T12:36:48.392+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>logika negara</category><title>civilization &amp; nationstate</title><description>Peradaban (civilization) adalah hal yang berbeda dengan Negara (nationstate), begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakserupaan ini dikarenakan perbedaan pijakan awal (obyek) dan tujuan akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban dibangun dengan dasar kesejahteraan (welfare) sedangkan negara dibangun berdasarkan dasar optimalisasi fungsi kelembagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perbedaan ini pula, dalam proses pengembangannya pastilah terdapat tujuan-tujuan yang dirasa tidak optimal bagi pengembangan kesejahteraan akan tetapi berlaku optimal bagi fungsionalisasi kelembagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, DI Yogyakarta, dikarenakan mayoritas areal di Yogyakarta didominasi oleh keraton, maka internalisasi nilai-nilai dan budaya dikembangkan berdasarkan nationstate, penentuan kesejahteraan diberlakukan setelah fungsi-fungsi telah optimal. Dan ini berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minangkabau, areal adalah hak milik ulayat (adat) karena internalisasi nilai-nilai nationstate pastinya tidak akan berjalan optimal, sehingga salah satunya harus dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah civilization based atau nationstate based yang akan kita pilih untuk mengembangkan Indonesia sebenarnya tidak masalah, tinjauan yang sama diberikan oleh salah satu founding father tan malaka, tidaklah masalah harus monarki, presidential, parlementer, federasi, akan tetapi yang perlu dilihat adalah apakah bentuk-bentuk itu sesuai dengan karakteristik bangsa ini, sesuai dengan karakter areanya, karakter manusianya, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;referensi: Demokrasi Kita (hatta), Politik (Aristotle), 100% Merdeka (Tan Malaka), dsb&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-635723856489868060?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/11/civilization-nationstate.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-11046400053496036</guid><pubDate>Fri, 26 Oct 2007 09:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-26T16:02:21.802+07:00</atom:updated><title>Mekanisme Pasar</title><description>Saya ragu, terhadap absolutifitas dari teori adam smith, dan saya juga ragu terhadap mekanisme pasar dimana harga barang bergantung pada posisi tawar menawar. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagaimana bila saya yang menjadi pedagang?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan bagaimana bila saya sendiri yang menentukan harga untuk barang saya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bila menggunakan klausul &amp;quot;laku&amp;quot;, pastinya saya menjual dengan harga yang bisa diterima oleh akal sehat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Artinya tidak ada keuntungan yang berlebihan, tidak ada keuntungan yang seperti perjudian. Lalu apakah saya yang berbeda atau pasar yang berbeda? &lt;br&gt;&lt;br&gt;Keuntungan adalah disaat saya mendapatkan nilai lebih dari nilai yang saya jual, dan disaat bersamaan pembeli mendapat manfaat tanpa merasa terugikan. Dan artinya pula ijab qabul terjadi tanpa mengurangi rasa hormat pembeli terhadap penjual dan demikian sebaliknya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Artinya dengan ini, apakah saya harus menjamin keberlangsungan transaksi dari sektor produksi barang itu sendiri, dan kemudian menetapkan harga untuk setiap barang? &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sehingga tak ada fenomena harga naik disaat barang sedikit, tidak ada pula harga turun disaat barang banyak.&amp;nbsp; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-11046400053496036?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/mekanisme-pasar.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-1612000763114247267</guid><pubDate>Fri, 26 Oct 2007 09:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-26T16:01:35.458+07:00</atom:updated><title>Kebebasan yang terikat</title><description>Bagaimana mereka besar juga patut dipertanyakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kebesaran diperoleh dari sebuah keterikatan terhadap kedisiplinan baik yang tertulis (peraturan) maupun yang tidak tertulis (etika). &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sering kali kedisiplinan ini akan menghantarkan pada pembentukan karakter yang kuat, kedisiplinan ini yang kerap kali mengontrol kepentingan pribadi (ego) pada pengembalian keputusan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti nabi muhammad dan para tabiin dengan puasa dan hidup sederhananya, seperti gandhi dengan ahimsanya, seperti sidharta dengan penderitaannya, seperti alexander dengan kehidupan berkeluarga, dan lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Semua orang-orang besar tersebut melatih kediplinan diri&amp;nbsp; dan menciptakan mentalitas yang kokoh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kebebasan yang terikat, kebebasan yang teratur, kebebasan yang tertahan, inilah dua unsur yang dapat menciptakan inovasi yang luar biasa, sisi liar yang dijinakkan mungkin. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-1612000763114247267?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/kebebasan-yang-terikat.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-6472382241871854831</guid><pubDate>Fri, 26 Oct 2007 08:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-26T15:57:23.726+07:00</atom:updated><title>Manifesto Energi</title><description>24-Oktober-07&lt;br&gt;Kebijakan Energi di Indonesia realitanya masih lemah, sebanding dengan kurang bergeliatnya semangat energinisasi di Indonesia itu sendiri. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebenarnya jika mau ditilik kebelakang, penelitian dan pengembangan energi di Indonesia sudah dimulai jauh-jauh hari setelah kemerdekaan Indonesia. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Reaktor nuklir pertama Indonesia yang merupakan hibah dari Uni Soviet memberikan posisi tawar yang lebih kuat di dunia Internasional.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sinyalemen yang sebenarnya adalah, bukan terletak pada hebat atau canggihnya reaktor nuklir yang kita miliki, tentunya memang ini tidak salah pula, akan tetapi kita berbangsa dan bernegara di sini bukan untuk sekedar gagah-gagahan, sehingga yang nyata disini adalah [berdasarkan pengamatan]&amp;nbsp; perkembangan energi sebanding dengan perkembangan produksi, dimana perkembangan produksi sebanding dengan perkembangan pendapatan [perkapita], dimana pendapatan perkapita ini sebanding pula dengan perkembangan pendapatan negara [dari pajak misalnya]. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Akan tetapi tetap saja, justifikasi semacam ini bisa dikatakan sepihak oleh para pemerhati energi, akan tetapi tetap saja, semua unsur produktifitas bisa dicapai dalam skala yang effisien disaat energi untuk menghasilkannya juga effisien atau dengan bahasa keseharian kita adalah murah. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak perlu menunggu pemerintah, pemda, atau pihak yang lainnya. Hal semacam ini sebenarnya bisa dimulai dari lingkungan sekitar kita sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika kita mulai dari diri kita sendiri, sebenarnya kita sedang memetakan pola pengembangan kita sendiri. Atau dengan bahasa sederhananya kita mengembangan energi berdasarkan kebutuhan kita. &lt;br&gt;&lt;br&gt;1200 w untuk listrik rumah sudah termasuk memadai, semisal satu kolektor dengan area 1 m2 mampu menghasilkan 120 w listrik, maka dibutuhkan sekitar 10 m2 untuk menghasilkannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apakah 10 m2 terlalu luas? bagaimana bila dibandingkan dengan 1200 watt listrik rumah yang bila kita pakai akan memberikan harga yang mahal, dan 1200 watt listrik kolektor solar yang bisa digunakan 10 jam sehari [dengan asumsi cahaya matahari dari jam 6 pagi sampai jam 4 sore], dan tidak ada tambahan biaya operasional. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ini adalah hal yang luar biasa. Akan tetapi kembali ke permasalahan awal kita bangsa Indonesia, apakah kita mau? atau hal ini menjadi skeptik kita yang berikutnya karena keengganan menggunakan gas dibandingkan minyak tanah untuk memasak. &lt;br&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-6472382241871854831?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/manifesto-energi.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-4217508416629098332</guid><pubDate>Thu, 25 Oct 2007 09:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-25T16:40:30.028+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><title>ceriwis yang miris</title><description>tertawa saja kerja dia, sedikit mengeluh dan bertanya tentang keadaan republik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku jawab, ya biasa-biasa saja, sama sperti hari kemarin, hanya kebodohan yang merakyat didada kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dia terus mendesak, bangsa ini harus bangkit ujarnya, tapi bagaimana tanyanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku jawab, itu kamu yang jawab, karena bagiku banga ini sudah bangkit, hanya saja ada segelintir orang yang merepresentasikan bahwa bangsa ini adalah orang bodoh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu ia potong aku berbicara... seperti kita, ya boz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, sperti kita.. ujarku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-4217508416629098332?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/ceriwis-yang-miris.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-8880605200702379617</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2007 00:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-21T16:33:14.398+07:00</atom:updated><title>pemicu kenaikan harga lebaran</title><description>&lt;div&gt;klo dipikir-pikir perlu ada yang mencontohkan kalau bangsa ini bukan bangsa yang pecicilan, yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;ya harus ada yang mencontohkan, pemerintah!! mulai dari tidak menetapkan batas bawah atau atas, cukup tahan semua harga tiket di perusahaan transportasi milik negara. seperti pt.kai, garuda, pelni, dll&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;secara gak langsung dengan membludaknya penumpang, so pasti perusahaan pasti untung, jadi apa yg sebenarnya di khawatirkan??? nah klo transportasi aja bisa ditahan, tentunya masyarakat dan pedagang juga gak punya alasan donk buat menaikkan harga... &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;kata ganti salah satu dari tujuh dosa sosial yang dikemukakan gandhi[thanks buat es ito yg muat di &lt;a href="http://rahasia-meede.blogspot.com/"&gt;rahasia meede&lt;/a&gt;], berdagang tanpa moralitas... kayaknya inilah yang terjadi di indonesia... dosa sosial... who cares?? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-8880605200702379617?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/pemicu-kenaikan-harga-lebaran.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-3703444942451247130</guid><pubDate>Mon, 15 Oct 2007 10:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-15T17:19:25.815+07:00</atom:updated><title>Met Lebaran</title><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://andodinejad.blogspot.com/"&gt;&lt;img alt="met lebaran" src="http://tanjabok.insancendekia.org/wp-content/uploads/2007/10/borobudur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-3703444942451247130?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/met-lebaran.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-4827318144454348871</guid><pubDate>Fri, 12 Oct 2007 08:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-12T15:45:46.993+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>logika agama</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>curhat</category><title>cerita ayah waktu kecil tentang lebaran</title><description>Dulu ketika kecil, ayah cerita kepadaku tentang lebaran&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"kalau malam ini hujan, berarti esok lebaran, Allah memberi rahmatnya kepada orang-orang yang berpuasa.."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Mitos dan Cerita, tapi hingga hari ini, inilah justifikasi untuk menguatkan keyakinanku..&lt;br /&gt;Sampai saat ini hanya sekali cerita Ayah meleset, Hujan turun malam esoknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, setiap keyakinan perlu dicari kebenaran oleh diri sendiri, justifikasi yang membuat diri kita bijak. "Manusia mampu mencari kebijakan oleh dirinya sendiri, tanpa bantuan siapapun" mungkin benar juga kata Marx..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffcc66;"&gt;Keajaiban datang bagi yang mempercayainya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-4827318144454348871?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/cerita-ayah-waktu-kecil-tentang-lebaran.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-267657922229241338</guid><pubDate>Wed, 03 Oct 2007 14:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-11T15:04:02.256+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>curhat</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>my quotes</category><title>lelaki kecilku</title><description>Sebutlah ia laki-laki, bukan hanya berdiri diatas kakinya sendiri, tapi menentukan langkah masa depannya dari tanggungjawab-tanggungjawab yang menunggu untuk dia raih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin ia tak acuh terhadap tanggung jawab tersebut, hanya secara tidak sadar ia mengurangi nilainya sendiri terhadap orang lain, sebagai in-kredibel atau tidak amanah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-267657922229241338?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/lelaki-kecilku.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-3183640722744460788</guid><pubDate>Wed, 03 Oct 2007 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-03T21:26:42.534+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>my quotes</category><title>manusia-manusia sosial</title><description>Menjadi mandiri adalah menjadi sendiri, bergantung pada dasarnya menggambarkan sebuah interaksi sosial yang holistik, dimana peran dan kebermanfaatan atas orang lain dapat dilihat dengan jelas. Ini lah manusia sosial, pada dasarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-3183640722744460788?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/manusia-manusia-sosial.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2862569415706144575.post-2545532494697216389</guid><pubDate>Wed, 03 Oct 2007 14:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-11T14:28:51.311+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dialektika</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>logika negara</category><title>institusi miss</title><description>Hambatan terbesar bagi perkembangan Indonesia yang kerakyatan adalah instrumen institusi itu sendiri. Sebagaimana bagusnya sang pemimpin, baik sekalipun, belum tentu bisa merubah keadaan yang terjadi di karenakan nya tidak adanya instrumen yang bisa dioptimalkan untuk menjamin kerakyatan itu sneidri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep neoliberal, tujuan utama dari pemerintahan adalah menjamin adanya pertumbuhan yang pesat dalam perekonomian kapital, dimana dominasi salah satu pihak diperbolehkan. Hal yang berbeda yang menganut sistem kerakyatan atau welfare state, dimana dalam setiap institusi terdapat instrumen-instrumen yang menjamin kepentingan tertinggi lembaga negara adalah keadilan sosial, walaupun bukan dengan cara menjadi negara sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep neoliberal, pasar bebas, yang dianut oleh amerika, dewasa ini dikenal sebuah terobosan yang bernama pengembangan aset masyarakat. Aset masyarakat dikembangakan dengan tujuan mengcounter kepentingan masyarakat yang tidak disediakan oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Indonesia, dimana dalam idealisme para manusianya terbesit wacana-wacana untuk menjamin kehidupan sosial, tapi malang, cara-cara yang digunakan adalah cara-caa yang menganut sarkastik liberalisme. Artinya entah kapan kita akan benar-benar melihat dalam negara ini apakah keadilan sosial benar-benar dapat terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika yang menggembor-gemborkan demokrasi ternyata menyimpan udang dibalik batu, ketika perangkat demokrasinya telah mampu menggerogoti suatu negara, maka secara tidak langsung perangkat penjaminan terhadap pasar bebas neo liberal terbuka, inilah salah satu strategi dalam belahan dunia untuk merubah aset-aset penting dalam dunia (red.) menjadi lebih demokratis (neoliberal red.) artinya peluang untuk berbisnis pun lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah kita tahu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2862569415706144575-2545532494697216389?l=andodinejad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://andodinejad.blogspot.com/2007/10/institusi-miss.html</link><author>noreply@blogger.com (abie...)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>