DAFTAR ISI: tentang saya | being moderat | project5 | galeri | simple view | tanJabok.com

MAN BEHIND ME: muhammad, syekh abbas, afa, tan malaka, m.hatta, m.natsir, dt.ribandang-dt.ketemanggungan, umar bin khatab, ali bin abi thalib, etc...

as MINANG's: it isnt about narsism, every man shouldnt forget who they really are... if they do, they just burried their identity, let this be our opportunities/potentials, not threats... a half man dont know where they stand on...

10 October 2004

Pendidikan Kita

“Perjuangan rakyat harus diperbaharui dari agitasi ke organisasi, dengan pendidikan” hatta.

Dalam sebuah tulisannya mohammad hatta, salah seorang proklamator indonesia yang berprinsip cooperatif tapi bukan non aksi, mengungkapkan bahwa perjuangan kemerdekaan indonesia menjadi tanggung jawab bersama, dan rasa kebertanggung jawaban tersebut hanya dapat dipahami dengan pendidikan, pembentukan mental dengan disertai iman yang teguh.

Masih berhubungan dengan kondisi pendidikan kita, pendidikan indonesia, dewasa ini
adalah bagaimana permasalahan indonesia pada tahun empat puluhan masih menjadi realita yang belum terselesaikan? Masih sama, masih berkutat dalam kubangan yang sama, dan terperosok lebih dalam, terjebak dalam sebuah peningkatan mutu pendidikan dengan cara ektensifikasi, perbaikan gedung, penambahan ruang kelas, dsb. Dibandingkan dengan intensifikasi pendidikan, peningkatan mutu guru, peningkatan mutu perpustakaan, peningkatan mutu karyawan, peningkatan mutu SDM.

Sehingga bisa dilihat bahwa perkembangan pendidikan kita masih jalan ditempat, hal ini dibuktikan dengan maraknya demo-demo, baik yang dilakukan rakyat jelata, pegawai, bahkan mahasiswa. Dalam kasus tersebut ada dua sudut pandang, entah yang berdemo yang kurang perndidikan atau yang didemo yang kurang pendidikan. Tapi keduanya menunjukan gejala bahwa pendidikan kita masih jalan ditempat. Perjuangan, penyaluran aspirasi masih diberlakukan dengan cara agitasi bukan organisasi, seperti yang dikatakan oleh hatta.

Menjadi tanggung jawab kita bahwa peningkatan pendidikan untuk hari esok menjadi sebuah agenda yang sangat penting. Dan menjadi tugas kita pula untuk mulai mengatas namakan pendidikan, momen agitasi menjadi organisasi.

Recommended

  • Memilih - Kadang berarti memantapkan hati dengan tak lagi berpaling pada yang lain. Namun adakalanya memilih adalah bagian dari perjalanan hidup yang mengantarkan se...
    2 weeks ago
  • Colloque Hendri and Henky - Kalo di UI orang biasa nyebut Kolokium… nah di Paris rada beda dikit walau memang dari situ asalnya mereka nyebutnya kaya judul diatas ‘Colloque’ bacanya –...
    4 weeks ago
  • Negeri yang memupuk rasa benci - Nasib tak ada yang tahu, sehingga sering pepatah tua mengatakan, pandai-pandai memilih kawan, dan pandai-pandai mencari lawan. Ini bukan tentang kemampuan,...
    2 months ago
  • Andini: Listening to Old Songs.. - entah mungkin karena abis ada yang bilang you’re not alone (berapa orang gituh yang bilang gini, yaiyalahhh wong gw disini ramean, qqqqq), jadi nyampe ka...
    4 months ago
  • Jiwandaru: Traveling ke luar negeri: No Fiscal - Sekarang terdapat kebijakan baru pemerintah Indonesia, menyusul kebijakan yang sudah lama berjalan di beberapa negara tetangga, no-fiskal, yup fiskal sekar...
    6 months ago
  • Mixing Bottle - Finaly I can post this, sorry lads, dont have much time to editing… On our 1st semester at Product Design and Manufacture Class, we meet Prof. Tresna that ...
    7 months ago
  • Jawaban atas Tanda Tanya - Malam ini dia berharap bertemu dengannya, tapi sesal, seujung rambut pun tak menjadi rezkinya. Di pelataran itu, dia termenung, ada yang budaya yang memisa...
    10 months ago